SAFE WORK.
STRONGER PEOPLE.
SUSTAINABLE FUTURE.
Kebijakan dan Studi Berbasis Bukti
Kami menghasilkan riset terapan yang membantu organisasi memahami tantangan ketenagakerjaan, mengidentifikasi risiko tenaga kerja dan tempat kerja, menganalisis tren yang berkembang, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Riset kami mendukung praktik ketenagakerjaan yang bertanggung jawab, keselamatan dan kesehatan kerja, bisnis yang bertanggung jawab, serta rantai pasok yang berkelanjutan.
Pemetaan mendalam kondisi ketenagakerjaan, identifikasi kesenjangan kepatuhan norma kerja, evaluasi profil demografi pekerja, serta analisis risiko keselamatan dan operasional di tingkat perusahaan maupun rantai nilai.
Riset spesifik tentang efektivitas SMK3 (PP 50/2012), ISO 45001, mitigasi bahaya ergonomi & kimia, penanganan risiko psikososial, serta telaah harmonisasi regulasi nasional dengan standar konvensi ILO.
Investigasi dan pemantauan rantai pasok terhadap risiko kerja paksa, pekerja anak, diskriminasi gender, serta pendampingan uji tuntas hak asasi manusia (HRDD) dan integrasi pilar sosial ESG bagi pemasok lokal.
Kajian strategis tentang dampak otomatisasi teknologi, transisi hijau & transisi berkeadilan (Just Transition), dinamika ketenagakerjaan pasca-UU Cipta Kerja, serta perumusan naskah kebijakan berbasis bukti.
Penyusunan benchmark industri per sektor kunci (pertambangan, energi, garmen, perkebunan kelapa sawit, manufaktur), penerbitan indeks keselamatan tahunan, serta modul pengetahuan praktis.
Diagnostik dan Sertifikasi Tempat Kerja
Kami membantu organisasi membangun tempat kerja yang bertanggung jawab melalui penguatan praktik ketenagakerjaan, hak asasi manusia, dan keselamatan serta kesehatan kerja, sekaligus menyelaraskan operasional bisnis dengan perkembangan regulasi, ekspektasi para pemangku kepentingan, serta standar nasional dan internasional yang diakui.
Pendampingan penerapan prinsip bisnis bertanggung jawab sesuai OECD Guidelines dan UN Guiding Principles, termasuk asesmen uji tuntas hak asasi manusia (HRDD), analisis risiko dampak sosial, serta pengembangan kebijakan dan mekanisme pemulihan.
Audit sistem manajemen K3 (SMK3 PP 50/2012), pendampingan sertifikasi ISO 45001, penilaian risiko tempat kerja, inspeksi keselamatan, serta pengembangan program K3 yang komprehensif dan berkelanjutan.
Asesmen dan pendampingan pemasok/kontraktor untuk memenuhi standar ketenagakerjaan internasional, pencegahan kerja paksa dan pekerja anak, integrasi pilar sosial ESG, serta peningkatan kapabilitas rantai pasok lokal.
Penyusunan kerangka manajemen risiko ketenagakerjaan dan K3, pengembangan kebijakan internal perusahaan, peta jalan (roadmap) kepatuhan regulasi, serta perencanaan strategis untuk penguatan tata kelola organisasi.